When I meet succesful people I ask about 100 questions to find out who they attribute their success to. It is usually the same: persistence, hard work and hiring good people.

Beberapa mahasiswa ada yang fokus belajar demi mengejar nilai bagus. Ada juga yang sibuk berorganisasi tetapi prestasi akademisnya nol. Keduanya lalu sama-sama mencari kerja setelah lulus. Siapa yang akan lebih berhasil?

Kenyataannya, apa yang telah kamu lakukan atau tidak kamu lakukan sangat memengaruhi kesempatanmu untuk dipekerjakan perusahaan. Simak hal ini agar kamu terhindar dari kesalahan pencari kerja, sebagaimana dinukil dari laman USA Today, Rabu (18/3/2015):

1. Ikut-ikutan

CV yang penuh dengan catatan kegiatan saat kuliah tentu membuat kita tersenyum. Tetapi, bukan ini yang dicari perusahaan. Perekrut karyawan akan mencari kandidat dengan pengalaman kepemimpinan paling banyak, bukan mereka yang memenuhi CV hanya dengan daftar keanggotaan di UKM kampus.

Perlu diingat, perusahaan menginginkan seseorang yang berhasil menyelesaikan sesuatu, bukan mereka yang hanya terlibat dalam banyak hal tanpa membuat sebuah dampak.

2. Tidak ada tindak lanjut

Sebaiknya kamu menindaklanjuti sesi wawancara dengan mengirimkan email berisi ucapan terima kasih. Sayangnya, masih banyak orang tidak melakukan hal ini.

3. Salah ketik

Sebelum mengirimkan surat lamaran dan CV, cek ulang dokumenmu hingga kamu yakin tidak ada satu pun kesalahan dalam ketik.

4. Sosial media yang berantakan

Kadangkala perusahaan mencari tahu informasi calon karyawannya melalui mesia sosial. Jika akun media sosialmu penuh dengan postingan tidak pantas, bisa jadi kamu enggak akan dipertimbangkan sebagai karyawan.

5. Berbohong

Jika tidak berpartisipasi dalam sebuah projek, jangan mengambil kredit untuk pekerjaan tersebut.

6. Membiarkan atasan salah paham

Jika kamu mengetahui kabar buruk, biarkan bosmu mengetahui hal yang sebenarnya secepatnya.

7. Mengasingkan orang-orang hebat

Jika kamu membangun kredibilitas dengan orang-orang hebat dan mereka menyukaimu, maka mereka bisa jadi dapat memaklumi berbagai kesalahanmu di awal karier. Sebaliknya, jika kamu mengasingkan mereka, maka kamu akan kesulitan ketika melakukan kesalahan.

 

Sumber: okezone.com/ace/farly



Back

POST A COMMENT